Kolaborasi Internasional: Pembentangan Kursus Manajemen Pesantren Program S3 USIM-UDN

Pada hari Senin, 28 April 2025, Universitas Darunnajah (UDN) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mengadakan rapat pembentangan terkait kursus Manajemen Pesantren untuk program S3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih terintegrasi bagi pengelola pesantren di Indonesia dan Malaysia.

Wakil Rektor III Universitas Darunnajah, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, menyampaikan bahwa kursus ini dirancang untuk memberikan pengetahuan mendalam mengenai manajemen pesantren, termasuk aspek kepemimpinan, pengelolaan keuangan, serta pengembangan pendidikan pesantren. Dr. Irfanudin juga menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pesantren di Indonesia, seperti kurangnya manajer terlatih dan ketidakmampuan dalam menyusun laporan keuangan yang transparan. Menurut survei pada 2019, sekitar 65% pesantren di Indonesia tidak memiliki manajer yang terlatih dalam bidang manajemen lembaga pendidikan​, dan 58% pesantren belum dapat membuat laporan keuangan yang akuntabel​.

Dr. Irfanudin menambahkan bahwa kursus ini akan dilaksanakan selama satu semester dengan 16 pertemuan, yang mencakup pembelajaran tentang tipologi dan fungsi pesantren, dinamika kehidupan santri, dan berbagai isu kontemporer yang dihadapi pesantren. Selain itu, pentingnya sertifikat yang sah bagi peserta yang menyelesaikan kursus ini, yang akan ditandatangani oleh kedua rektor, juga menjadi salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut.

Kolaborasi Internasional: Pembentangan Kursus Manajemen Pesantren Program S3 USIM-UDN

Dalam rapat ini, pihak UDN dan USIM juga membahas tentang pengembangan lebih lanjut kursus ini, termasuk struktur pembelajaran yang mencakup sesi tatap muka dan daring. Ditekankan bahwa kursus ini akan memberi peserta pemahaman mendalam mengenai manajemen dakwah, wakaf, dan pengelolaan sumber daya pesantren yang lebih terintegrasi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah penyusunan sertifikat resmi dari Universitas Darunnajah yang dapat menjadi bukti penyelesaian kursus dengan pengakuan internasional.

Pihak USIM juga menyarankan untuk melanjutkan kolaborasi dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pesantren di era modern ini, dengan mempertimbangkan pengaruh globalisasi dan tantangan dalam pengelolaan pesantren. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan Islam di negara lain dan dapat memperkuat kontribusi pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu, kedua belah pihak juga membahas pentingnya Lembaga Sertifikasi Pengelola Pesantren sebagai langkah untuk meningkatkan standar pengelolaan pesantren di Indonesia​.

Rapat ini juga mencatat bahwa kursus ini bukan hanya menyasar peserta dari Indonesia, namun juga membuka peluang bagi mahasiswa internasional yang tertarik untuk mengikuti program ini, khususnya di USIM. Pihak USIM mengungkapkan antusiasme mereka terhadap program ini dan siap untuk mengundang mahasiswa dari berbagai negara untuk memperkaya pengalaman dan perspektif mereka dalam manajemen pesantren.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kursus Manajemen Pesantren untuk program S3 ini dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan pesantren di Indonesia, memperkuat hubungan akademik antara UDN dan USIM, serta berkontribusi dalam perkembangan pendidikan Islam di seluruh dunia. Rapat ini juga menjadi awal yang penting untuk mempererat hubungan akademik antara UDN dan USIM, serta memperkuat kontribusi pesantren dalam pendidikan Islam global.

Penulis: Ikhwan

Informasi lebih lanjut tentang program doktoral USIM dan UDN: Klik disini