Jakarta, 25 November 2024 – Universitas Darunnajah kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pesantren di Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang dan Tantangan Pengembangan Prodi Baru Manajemen Pesantren untuk Peningkatan Mutu Pesantren di Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Al-Ghozali, Universitas Darunnajah Jakarta, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
FGD ini dihadiri oleh berbagai pakar dan praktisi di bidang pendidikan pesantren, serta pejabat terkait. Sambutan selamat datang diberikan oleh Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Presiden Universitas Darunnajah. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya Undang-Undang Pesantren sebagai landasan hukum yang dapat memperkuat peran dan eksistensi pesantren dalam dunia pendidikan nasional. Beliau juga menekankan perlunya sinergi antara regulasi, akademisi, dan praktisi untuk memastikan pesantren mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Presiden Universitas Darunnajah, dan acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much. Hasan Darojat.
Dalam diskusi ini, sejumlah narasumber ahli turut hadir, antara lain:
- Dr. Asro’i, M.Pd. (Kasubdit Kemenag)
- Prof. Drs. H.M. Sirozi, M.A., Ph.D. (Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang)
- Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M. (Komisioner BNSP)
- Dr. H. Sulaiman Effendi (Ketua Presidium FSPP)
- Dr. K.H. M. Tata Taufik, M.Ag. (Ketua P2A) (diwakilkan)
- Dr. K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A. (Sekjen FPAG)
Para narasumber memaparkan beragam perspektif terkait tantangan dalam pengembangan program studi baru Manajemen Pesantren. Hal ini mencakup aspek kurikulum, kompetensi lulusan, serta sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi pesantren dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan relevan.
Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk mendiskusikan strategi penguatan mutu pendidikan di pesantren dengan pendekatan yang inovatif. Peserta yang hadir, baik dari kalangan akademisi, pemimpin pesantren, maupun praktisi, memberikan kontribusi aktif melalui sesi tanya jawab.
Acara ini sejalan dengan visi Kampus Universitas Darunnajah untuk menciptakan kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren. Dengan hasil diskusi yang konstruktif, diharapkan prodi baru ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pesantren di Indonesia.

