Jakarta, 25 November 2024 – Universitas Darunnajah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peluang dan Tantangan Pengembangan Prodi Baru Manajemen Pesantren untuk Peningkatan Mutu Pesantren di Indonesia”. Acara ini berlangsung di Aula Al-Ghozali, Universitas Darunnajah, mulai pukul 08.00 WIB, dengan dihadiri oleh 80 peserta yang terdiri dari pimpinan cabang-cabang Darunnajah dan kader pesantren Darunnajah dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Presiden Universitas Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan strategis terkait pentingnya pengelolaan pesantren yang berbasis profesionalisme. Dr. Sofwan menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa, tetapi untuk tetap relevan dengan kebutuhan zaman, manajemen pesantren harus dikelola secara modern dan terukur.
“Undang-Undang Pesantren yang telah disahkan memberikan landasan hukum yang kuat untuk memperkuat posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Namun, implementasi undang-undang ini memerlukan kesiapan dari setiap pesantren, baik dari segi manajemen, sumber daya manusia, maupun sarana dan prasarana. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode pengelolaan tradisional, tetapi harus mengintegrasikan pendekatan modern yang sesuai dengan kebutuhan global,” ujar Dr. Sofwan di hadapan para peserta.
Beliau juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh pesantren di era modern, termasuk bagaimana menjaga nilai-nilai tradisional pesantren sambil tetap membuka diri terhadap perubahan. “Pesantren adalah institusi pendidikan yang memiliki akar tradisi yang sangat kuat. Namun, tantangan yang kita hadapi hari ini berbeda dengan masa lalu. Pesantren harus mampu menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang tangguh, sekaligus mampu bersaing di kancah global,” tambahnya.
Lebih jauh, Dr. Sofwan juga menggarisbawahi peran penting kader-kader muda pesantren dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan pesantren yang inovatif. Beliau menyampaikan harapannya agar kader-kader muda yang hadir dalam FGD ini dapat mengambil pelajaran berharga untuk diterapkan di pesantren masing-masing. “Anda adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan pesantren. Kami berharap, melalui diskusi ini, Anda mendapatkan wawasan yang luas dan inovatif untuk membawa pesantren ke arah yang lebih baik.”
Presiden Universitas Darunnajah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan pesantren yang lebih efektif. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci keberhasilan pesantren untuk menghadapi tantangan zaman. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pesantren harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah, untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih profesional. Dengan demikian, pesantren tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memimpin dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat,” tegasnya.
FGD ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang beragam, dengan harapan akan menghadirkan berbagai ide dan gagasan yang beragam dan bervariatif. di antaranya:
- Dr. Asro’i, M.Pd. – Kasubdit Kementerian Agama
- Dr. Basnang Said, M.Ag. – Direktur PD Pontren
- Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. – Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang
- Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M. – Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
- Dr. K.H. Sulaiman Effendi – Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP)
- Dr. K.H. M. Tata Taufik, M.Ag. – Ketua Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I)
- Dr. K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.Ag. – Sekretaris Jenderal Forum Pondok Pesantren Alumni Gontor (FPAG)
Para narasumber memberikan pandangan mendalam mengenai pengelolaan pesantren berbasis manajemen modern, yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi peningkatan mutu pesantren di Indonesia.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Darunnajah untuk menjadikan pesantren lebih adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Hasil diskusi ini diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pengelolaan pesantren di Indonesia, sekaligus menciptakan generasi muda yang siap membawa perubahan positif di lingkungan pesantren masing-masing.

