Islam dan Nasionalisme: Sebuah Simfoni Kebangkitan Bangsa

Islam dan Nasionalisme: Sebuah Simfoni Kebangkitan Bangsa
Islam dan Nasionalisme: Sebuah Simfoni Kebangkitan Bangsa

Islam dan Nasionalisme: Sebuah Simfoni Kebangkitan Bangsa

Hari ini, di tengah hiruk pikuk dunia yang serba cepat, masih ada yang mencoba membenturkan keyakinan dengan nasionalisme. Mereka berdalih keseragaman, mengaku paling toleran, dan mengklaim paling Pancasilais. Namun, lupakanlah narasi sempit itu. Lupakanlah upaya memecah belah bangsa dengan mengadu domba keyakinan dan nasionalisme.

Sejarah mencatat, justru ajaran Islam yang menjadi salah satu asbab penyulut kesadaran dan kebangkitan bangsa dalam mengusir penjajahan dari tanah air. Para ulama dan pejuang Islam, dengan semangat juang yang tinggi, berjuang bahu membahu untuk merebut kemerdekaan. Mereka menanamkan nilai-nilai luhur Islam seperti persatuan, keadilan, dan kemanusiaan dalam perjuangan melawan penjajah.

Lihatlah foto Paskibra putri pada apel tahunan di Ponpes Darunnajah Jakarta. Mereka berdiri tegak, dengan atribut jilbabnya, melambangkan semangat nasionalisme yang tak terpisahkan dari nilai-nilai Islam. Mereka adalah bukti nyata bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi dan memperkuat.

Islam mengajarkan persaudaraan dan toleransi. Nasionalisme mengajarkan cinta tanah air dan persatuan. Keduanya adalah nilai-nilai luhur yang harus dipegang teguh oleh setiap warga negara.

Mari kita hentikan narasi-narasi yang memecah belah. Mari kita bersatu dalam bingkai NKRI, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan. Mari kita buktikan bahwa Islam dan nasionalisme adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, yang akan terus menerus mengantarkan bangsa ini menuju kemajuan dan kejayaan.

Muhammad Irfanudin Kurniawan
Dosen Universitas Darunnajah