TADABBUR ALQURAN KENDARAAN KEHIDUPAN

Ditulis oleh: Much Hasan Darojat

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta (STAIDA)

وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Al-Nahl: 8)

Allah swt. menganugrahkan kepada manusia melalui ciptaaan-Nya. Gunung, bumi, hewan dan tanaman semua adalah makhluk yang dapat dikelola oleh manusia. Sebagai seorang hamba, ia dimuliakan dengan diberikan amanah sebagai Khalifah di muka bumi untuk melakukan aturan yang telah ditetapkan. Manusia diberikan kesempatan agar dapat mengelola semaksimal mungkin dan memberikan manfaat kehidupan. Seluruh Binatang yang disebutkan di atas hanya sebagai contoh bahwa manusia diberikan sarana untuk memanfaatkan mereka dan menjadi perhiasan hidup.

Kuda, keledai, dan bagal (hasil perkawinan antara kuda betina dan keledai jantan) merupakan kendaraan bagi manusia. Bintang itu untuk membawa manusia dan barang-barang bagi pedagang, petani, dan lainnya dalam rangka untuk memudahkan manusia. Berjalannya waktu, ada penemuan transportasi jenis baru yang berbasiskan pada mesin seperti mobil, bis, truk, dan motor. Penemuan ini telah merubah tradisi dari tenaga binatang kepada teknologi mesin, yang memberikan dampak cukup besar bagi pergerakan manusia. Namun, pada hakekatnya mentalitas dan cara pandang manusia tentang kepemilikian kendaraan baik berupa binatang atau mobil tidak berbeda. Pada sebagian mereka, ada yang dengan bangga mengkoleksi berbagai jenis merk kendaraan sebagai hobi. Bahkan mereka lalai bahwa itu semua sekedar sarana untuk membantu dalam kehidupan. Kendaraan itu hanyalah alat dan fasilitas yang menghiasi kehidupan. Bukan sebagai tujuan hidup itu sendiri. Disinilah, kadang-kadang manusia disibukkan dengan hal-hal yang sekunder, dan melupakan yang primer.

Kita hidup di dunia ini memerlukan kendaraan kehidupan yang akan menghantar kita ke akhirat. Segala apa yang kita miliki akan menjadi sarana dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Kekayaan berupa binatang, kendaraan, rumah, sawah dan lain-lain dijadikan sebagai media yang bisa menuju ke arah sana. Semuanya akan tertinggal di dunia ketika sudah selesai masa hidup kita. Yang ada dari itu semua, hanyalah hitungan amal shaleh dari harta yang kita miliki.

Ayat diatas ditutup dengan pernyataan tentang kekuasaan Allah swt. Dia akan terus menciptakan segala sesuatu. Berapa banyak jumlah makhluk yang diciptakan dan manusia tidak mengetahui. Manusia hanya mengetahui ciptaan-Nya pada batasan yang dapat dilihat dengan mata. Berapa banyak makhluk lain yang tidak terlihat dan manusia tidak mengetahuinya. Hal ini akan berlangsung hingga akhir kehidupan manusia. Allah swt. sang Maha Pencipta menciptakan dari yang terkecil sampai yang terbesar. Menciptakan segala sesuatu untuk hamba-Nya di surga dan juga yang ada di neraka.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu menyukuri anugrah kehidupan yang dikaruniakan dan menjadi penghuni surga-Nya kelak. Amin.