Membangun Jiwa Kewirausahaan Guru PAUD

 

STAI Darunnajah Jakarta melalui Program Studi  PIAUD menyelenggarakan seminar yang bertema “Entrepreneurship Guru PAUD”, di Aula Lantai 5 STAI Darunnajah, Jakarta, Sabtu (01/02/2020). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pemenuhan  tugas akhir (UAS) Mata Kuliah Kewirausahaan bagi mahasiswa semester 7 Program Studi PIAUD STAI Darunnajah Jakarta.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Wulan Perawati, M.Pd, Ketua Program Studi PIAUD STAI Darunnajah dan Hapsa Kamaruddin, M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan yang juga sebagai owner Perusahaan jasa penitipan “Sahabat Jastip Jakarta” untuk Indonesia Bagian Timur.

Acara seminar ini terbagi menjadi dua sesi penyampaian materi. Materi pertama mengenai perencanaan bisnis dan kewirausahaan oleh Hapsa Kamaruddin, M.Pd. Selanjutnya sesi kedua diisi oleh materi tentang bagaimana menjadi guru PAUD berdayaguna yang disampaikan oleh Wulan Perawati, M.Pd. Materi sesi kedua disertai praktek workshop membuat salah satu contoh alat permainan edukatif (APE) berupa puzzle stick es krim.

Kegiatan seminar diikuti oleh seluruh mahasiswa PIAUD dan guru TK Darunnajah Jakarta.  Selain itu, acara dihadiri oleh Duna Izfanna, M.Ed, Psy., Ph.D, selaku Ketua STAI Darunnajah. Pada kesempatan itu pula, Duna turut memberikan sambutan dan membuka acara seminar Entrepreneurship Guru PAUD tersebut.

Pemaparan materi sesi pertama yang disampaikan oleh Hapsa Kamaruddin, M.Pd menjelaskan tentang tahapan dan aspek perencanaan bisnis dan kewirausahaan yang terangkum dalam bentuk  Bussiness Model Canvas (BMC). Dalam penjelasannya, Hapsa menjelaskan bahwa dalam membangun usaha ada 9 aspek yang harus diperhatikan. Aspek-aspek tersebut meliputi: Key Partners; Key Activities; Value Propositions; Customer Relationships; Customer Segments; Key Resources; Channels; Cost Structure; Revenue Streams.

Key Partners dimaksudkan bahwa ketika akan memulai usaha harus menentukan siapa saja pihak yang akan dijadikan tim/ SDM dalam usaha. Key Activities dapat diartikan sebagai bidang atau jenis usaha apa yang akan digeluti. Termasuk tentang produk yang dihasilkan/ ditawarkan oleh hasil usaha tersebut. Value Propositions merupakan penentuan  nilai atau kelebihan yang ada pada usaha yang ditawarkan. Customer Relationships bentuk kemitraan atau kerjasama yang ditawarkan seperti apa. Customer Segments merupakan proses penentuan siapa yang akan menjadi target usaha.  Key Resources berisi tentang penjelasan mengenai rencana kemitraan atau peningkatan SDM dalam usaha. Channels berisi tentang rencana bagaimana membangun jaringan, yang dapat berupa promosi-promosi ataupun terobosan-terobosan lain dalam pengembangan proses usaha.  Cost Structure berisi penjelasan tentang bagaimana bentuk pengelolaan keuangan dalam proses usaha yang dibangun.  Revenue Streams merupakan rencana dalam hal pendanaan usaha.

Selain menjelaskan tentang aspek-aspek BMC, Hapsa juga menyampaikan tips-tips dan pengalamannya sebagai pebisnis. ”Dalam bisnis itu kita harus tahan banting, pantang menyerah dan maju terus melakukan terobosan-terobosan baru, sehingga usaha yang sudah kita rintis tidak tenggelam oleh saingan,” ungkapnya.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa modal seorang pebisnis adalah kemauan yang keras dan tidak mudah patah semangat ketika menemui kegagalan. “Dalam kegiatan bisnis, tentunya kita akan menemui pasang surut. Dikalahkan saingan, sepi peminat, tidak memiliki modal yang cukup, dan sebagainya. Namun hal ini justru harus menjadi pemacu semangat dan jadikan sebagai pengalaman usaha dalam meraih kesuksesan,” imbuhnya.

Selesai materi sesi pertama, selanjutnya disampaikan materi yang bertema “Guru PAUD Berdayaguna” oleh Wulan Perawati, M.Pd. Dalam pemaparannya, Wulan menyampaikan motivasi bagi para peserta tentang pentingnya seorang guru PAUD untuk dapat meningkatkan nilai tambah dirinya dengan berwirausaha. “Sebelum merencanakan sebuah usaha, kita tentunya perlu mengenal lebih baik tentang potensi lain yang dimiliki diri masing-masing. Potensi inilah sebagai modal yang dapat dikembangkan untuk membuat peluang usaha yang menghasilkan,” ungkapnya.

“Banyak peluang usaha yang sangat berkaitan dengan dunia PAUD. Tergantung apakah kita mau atau tidak melihat peluang sekecil apa pun yang ditemui yang sekiranya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan,” tambahnya.

Selain itu, Wulan juga menyampaikan bahwa ada beberapa contoh peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh seorang guru PAUD. Misalnya bidang jasa (les, privat, TPA, Sekolah, Sanggar Kreativitas, Event Organizer kegiatan anak, Fashion Anak, dll), menjual kuliner berupa bento bekal sekolah yang memenuhi standar gizi seimbang, produsen alat permainan edukatif (APE), onlineshop perlengkapan anak, dan lain-lain.

Dalam prosesnya, lanjut Wulan, kewirausahaan harus melalui 3 tahapan. Tahap pertama yakni tahap konsepsi yang merupakan tahap awal dalam mengenali potensi, bakat dan minat juga peluang-peluang yang tertuang dalam bentuk ide-ide usaha yang kreatif, inovatif dan dapat dijual baik barang maupun jasa. Kedua tahap kelahiran yakni merintis usaha sebagai penerapan dari ide usaha. Ketiga tahap hidup dan bertahan yakni berusaha mempertahan usaha yang telah dirintis, meskpin mengalami berbagai tantangan.

Menurut Wulan, dalam memulai usaha untuk guru PAUD tentunya harus selalu  memperhatikan nilai edukasi dari setiap barang dan jasa yang ditawarkan. Karena pada hakekatnya apapun yang dilakukan oleh guru semestinya dapat menjadi bahan teladan bagi generasi yang diajarnya. “Oleh karena itu, usaha apapun tentunya tidak boleh terlepas dari nilai-nilai edukasi sesuai dengan pengetahuan  dan skill yang dimiliki oleh seorang guru sebagai pendidik,” imbuhnya.

Materi sesi kedua ditutup dengan kegiatan workshop pembuatan salah satu contoh APE, yakni puzzle berbahan stick es krim. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap hasil karya peserta. Dari hasil penilaian dinyatakan dua kelompok dengan hasil karya terbaik dan berhak mendapatkan dooprize dari panitia.

Kegiatan seminar yang dimulai pukul 09.00 berakhir pada pukul 12.30 WIB. Acara diakhiri dengan do’a dan pengumuman akademik yang disampaikan oleh Sekretaris Program Studi PIAUD STAI Darunnajah, Siti Nurhidayah, S.Pd.

Melalui kegiatan seminar ini diharapkan dapat membangun jiwa kewirausahaan bagi para peserta seminar, sehingga dapat mengaplikasikan materi hasil seminar ini dengan terbentuknya berbagai usaha kreatif inovatif. Khususnya untuk mahasiswa Program Studi PIAUD STAI Darunnajah.