”Mahasiswa PPL Mengajar Kaligrafi”

Salah satu program pendidikan yang harus ditempuh oleh mahasiswa/i di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) ialah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Program ini memiliki tujuan untuk membentuk calon pendidik atau tenaga kependidikan yang memiliki kualitas dan profesionalitas dalam pekerjaannya.

Nurul Laila Qodriah mahasiswi semester 7, Salah satu peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA), memberikan beberapa cerita tetang program ini. Menurutnya sudah hampir 5 minggu dia melaksanakan program ini. Kegiatan keseharian diisinya dengan banyak memenej kegiatan kependidikan, mulai dari pengajaran di kelas, mengurus administrasi di kantor, melatih ekstrakurikuler, sampai menertibkan santri.

Salah satu program yang paling menarik, yang dirasakannya adalah ketika dirinya diminta mengajar ekstrakurikuler Kalighrafi oleh pihak sekolah. Sekolah memintanya setelah melihat beberapa karya kalighrafinya yang diunggah di media sosial. Bagi Nurul, walau tidak terlalu linear dengan program studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA), yaitu di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) tidak membuat keseriusan dan kesungguhannya dalam melaksanakan program tersebut. Baginya, mengajar merupakan salah satu cara melatih managemen yang selama ini dia pelajari di banggu kuliah. “Alhamdulillah dengan sangat antusias para santri menyambut dengan baik program tersebut”, ucapnya.

Berbagai metode pembelajaran kalighrafi saya ajarkan kepada santri-santri MTs Darunnajah 3 yang berlokasi di Serang, Banten. Bagi Nurul, dalam kalighrafi banyak pelajaran hidup yang bisa didapatkan, yaitu tentang kesabaran, kedisiplinan, ketelitian, dan keistiqomahan. Nilai-nilai tersebut didapatkannya dari gurunya Muhammad Zainuddin, yang pernah meraih juara satu tingkat internasional di Turki dalam bidang kalighrafi Diwani (Khat Diwani) dan ketika disampakan kepada para santri tentang nilai-nilai itu, mereka menjadi lebih tertarik, antusias dan semangat untuk belajar kalighrafi.
By: laqo & Abi Ghassan