Ketua STAI Darunnajah: Perguruan Tinggi Perlu Mengukur Lulusan, Workhshop KKNI Salah Satu Jalannya

STAI Darunnajah mengadakan workshop tentang penyusunan kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesa (KKNI) dan Standar Nasional pendidikan tinggi (SN-Dikti). Acara digelar pada hari Jum’at (21/2) di salah satu aula kampus STAI Darunnajah, Aula 4 windu. Rencananya, workshop ini akan digelar selama dua hari dan akan selesai pada hari Sabtu, (22/2).

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua STAI Darunnajah, ibu Duna Izfanna, M. Ed. Psy, Ph. D. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kurikulum Islam dari Allah dan Nabi-Nya sudah baku, namum kurikulum di perguruan tinggi perlu dipahami dan dilaksanakan oleh semua civitas akademika. Maka dari itu, perlu diadakan acara workhshop tentang kurikulum. Beliau juga menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu mengukur lulusannya dan workshop KKNI merupakan salah satu jalannya. “Kurikulum dari Allah dan Nabi sudah baku, namum kurikulum di perguruan tinggi perlu dipahami dan dilaksanakan oleh semua civitas akademika untuk menjadikan alumni perguruan tinggi yang sukses sesuai dengan visi misi perguruan tinggi dan prodi masing-masing”, katanya dalam sambutan. Beliau juga menambahkan bahwa workshop ini diharapkam menjadi tonggak utama untuk melahirkan hal-hal baik serta untuk memahami kurikulum KKNI.

Acara workshop ini dibagi menjadi beberapa bagian. Yang pertama adalah penjelasan umum tentang kurikulum KKNI oleh pakar kurikulum oleh Dr. Rudi Ahmad Suryadi, M.Pd. Yang kedua, para peserta diminta untuk mempraktekkan apa yang telah dijelaskan oleh pakar. Dan terkahir, para peserta diminta untuk mempresentasikan apa yang telah mereka buat terkait dengan kurikulum KKNI tersebut.