Aktif Dalam Pengembangan Zakat dan Wakaf, Dosen STAIDA Drs. H. Tulus Sastrowijoyo Terima Penghargaan dari Kementerian Agama

 

Jakarta, STAI Darunnajah — Drs.H.  Tulus Sastrowijoyo salah satu dosen STAIDA yang juga Mantan Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama mendapat penghargaan dari Kementerian Agama sebagai salah satu dari tujuh tokoh Inspiratif yang menjadi penggerak pemberdayaan zakat dan wakaf.

Penghargaan diserahkan Menag pada Malam Penganugerahan Zakat dan Wakaf 2019 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Ahad (10/11).

Dari ketujuh tokoh tersebut, tiga di antaranya adalah tokoh yang telah meninggal dunia, yaitu ulama terkemuka almarhum Tengku Muhammad Hasby Ash-Shidieqy yang diwakili keluarga, Mantan Menteri Agama Muhammad Tholchah Hasan yang juga diwakili keluarga, dan Guru Besar di bidang perwakafan Uswatun Hasanah yang diwakili oleh suami.

Sementara itu penghargaan empat tokoh inspiratif di bidang zakat dan wakaf yang masih produktif hingga saat ini diberikan kepada mantan Ketua Baznas Didin Hafidhuddin, Ekonom Achmad Subianto, Mantan Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tulus Sastrowijoyo, dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi.

Pada malam penganugerahan yang juga jatuh pada Hari Pahlawan itu, Menag Fachrul Razi menyebut ketujuh tokoh tersebut merupakan para pahlawan di bidang pengembangan ekonomi syariah di tanah air, khususnya di bidang zakat dan wakaf.

Malam Penganugerahan Zakat dan Wakaf merupakan sesi akhir dari rangkaian Festival Literasi Zakat dan Wakaf yang sudah digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, sejak bulan April 2019. Rangkaian Festival Literasi Zakat dan Wakaf ini terdiri dari berbagai program antara lain Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah, Call for Essay Millenials Challenge, Zakat-Wakaf Goes to Campus, Kompetisi Video Animasi, dan Kompetisi Blog. Para pemenang kompetisi mendapat hadiah uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Menteri Agama Fachrul Razi.