Dosen STAI Darunnajah Ikuti Pelatihan di Universitas Al-Azhar Mesir

Sabtu, 2 Nopember 2019, Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) telah menjalin banyak kerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi dunia, salah satu perguruan tinggi tersebut adalah universitas Al-azhar Mesir yang disebut sebagai perguruan tinggi tertua di dunia.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan antara kedua perguruan tinggi ini adalah pengiriman utusan, atau yang dikenal dengan sebutan mab’us dari univ Al-azhar Mesir ke Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah. Tercatat lebih dari 5 utusan yang telah dikirim dalam kurun waktu 25 tahun kerjasama ini.

Sebaliknya, Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah juga mengirim para dosennya untuk mendapat pelatihan secara langsung di univ Al-azhar. Tercatat tiga angkatan yang sudah berangkat untuk mendapatkan pelatihan intensif di negri Kinanah itu.

Pada tahun ini, tiga dosen atau tenaga pendidik Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah, kembali berangkat untuk mengikuti pelatihan intensif tersebut, mereka adalah:

Bapak Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag, Wakil ketua satu bidang akademik yang mengampu materi Sejarah Peradaban Islam, Fiqih Siasah, Bahasa Arab dan Metode Studi Islam.

Bapak Lili Muhammad Darli, MA, dose Perbandingan Fiqih, Nushusul Kitab dan Ta’bir Arabi.

Bapak Katena Putu Ghandi, dosen Managemen Pendidikan Islam, Managemen Lembaga Pendidikan Islam.

Setibanya di Bandara Kairo Mesir, rombongan dijemput oleh pengurus Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Mesir dan diantar langsung ke madinatul Bu’uts, beberapa info tentang kehidupan di Mesir meraka sampaikan dengan fasih, alhamdulillah alumni-alumni Darunnajah sudah tersebar di berbagai daerah dan negara dalam satu payung IKPDN, sehingga memudahkan silaturrahmi dan koordinasi antar alumni.

Sesampainya di Madinatul Bu’uts, kami tidak langsung diterima oleh penjaga lembaga tersebut (security/Satpam), kami diminta menunggu dan menyerahkan pasport, setelah dijelaska bahwa kami adalah undangan Al-azhar untuk mengikuti pelatihan Imam da da’i barulah kami diizinkan masuk dan langsung mendapat menginapan.

setelah merapikan barang-barang di penginapan, kami diarahkan kebagian registrasi pelatihan yg terletak di gedung no 15, gedung-gedung dengan warna dan bentuk yang sama hanya dibedakan oleh nomer dan beberapa nama, cukup membuat kami susah menghapalnya.

setibanya di tempat registrasi, beberapa peserta dari negara-negara lain sudah berkumpul, ada yang berasal dari Rusia, Nigeria, Sudah, dll. Ketika menuju meja registrasi, petugasnya bertanya anta malizi, dan sontak kami jaba * la, lasna malizian bal indonesia*.

Warga Indonesia di luar negri memang sering disebut malaysia atau philipina dll, kesamaan rupa, warna kulit ini yang menjadi pertanda. oleh sebab itu ungkapan nusantara yang pernah disebutkan oleh pati Gajah Mada masih tetap relevan.

Sayangnya pembukaan yang direncanakan akan dibuka pada hari ini belum bisa dilaksanakan, hanya pemberkasan dan registrasi yang kami lakukan kemudian kembali ke kamar.

sore hari dan malam hari beberapa pengurus Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah, datang bersilaturahmi, dengan suka cita mereka bercerita tentang perjuangannya di Mesir, alhamdulillah secara umum semuanya baik dan bisa mengikuti perkuliahan dengan baik juga.

 

Abi Ghassan
Madinatul Bu’uts
2 Nopember 2019