Mahasiswa STAI Darunnajah Melaksanakan Praktek Pemotongan Hewan Qurban


Memaknai Hari Raya Idul Adha 1441 H, STAI Darunnajah Jakarta melakukan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban tersebut merupakan kegiatan praktek ibadah bagi mahasiswa dengan tujuan agar mereka dapat mempraktekkan pengetahuan tentang qurban sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan praktek ibadah Qurban di STAI Darunnajah Jakarta yang dibimbing oleh Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam yaitu H. Hendro Risbiyantoro, M.S, tidak dilaksanakan tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah 1441 H seperti yang biasa dilakukan di tempat-tempat lain. Panitia dan Mahasiswa memilih tanggal 11 Dzulhijjah 1441 H sebagai hari penyembelihan dengan pertimbangan karena pada hari tersebut persiapan lebih matang dan tidak mengganggu aktifitas lainnya, sehingga mereka bisa lebih memahami bagaimana praktik berqurban dapat dilakukan dengan baik dan benar seperti yang disyariatkan.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban selain sebagai bentuk kegiatan praktik ibadah yang diperuntukkan bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dikalangan mahasiswa terhadap sesama.

Dosen STAIDA Dan UAS Bedah Biografi Said Nursi

Bagi Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA), Islamic Book Fair tahun ini merupakan book fair yang istimewa. Sebabnya, salah satu dosen sekolah tinggi ini yaitu Dr. Saifullah Kamalie, M.Hum, tampil membedah buku Biografi Said Nursi bersama Prof. Dr. KH. Abdul Somad yang dikenal dengan panggilan UAS.

Menurut Dr. Saiful, Alhamdulillah acara bedah buku Biografi Said Nursi yang judul aslinya Sirah Badiuzzaman Said an-Nursi bersama Ustadz Abdul Somad yang diselenggarakan Islamic Book Fair (Ahad, 1 Maret 2020) berjalan lancar. Sekitar 2000 orang menghadiri acara tersebut. Dalam bedah buku tersebut Ustadz Abdul Somad menyampaikan kecerdasan Said Nursi, sehingga banyak karya klasik dalam bidang Islam dihafal dan dipahami oleh Said Nursi, bahkan kamus pun dihafal oleh Nursi.

Selain itu UAS menyampaikan bahwa banyak ungkapan Nursi yang membuatnya takjub seperti “Wahai para penguasa jadikan istanamu sebagai universitas” dan “Eropa mengandung Islam, suatu saat nanti melahirkan Islam, sementara Turki Utsmani mengandung Eropa dan akan melahirkan Eropa. UAS juga mengatakan Said Nursi adalah ulama yang menjalankan hakikat-syariat, menggabungkan ilmu agama-sains, seorang pejuang di medan perang sekaligus ulama yang zuhud.

Dalam sesi tanya-jawab usai acara bedah buku, salah seorang hadirin bertanya bagaimana agar ketika ilmu semakin bertambah banyak hati tetap rendah hati alias tawaduk. Ustaz Abdul Somad Batubara sebelum memberikan tip agar tetap tawaduk kendati tinggi ilmu, menceritakan pengalaman dirinya sendiri. Seperti yang sudah banyak diketahui banyak orang ustaz yang secara akademik ini sudah memiliki gelar profesor doktor, kemanapun pergi selalu disambut luar biasa. Para petinggi negara dan penguasa daerah mengarahkan kemampuan untuk menghadirkan beliau, mulai penjemputan dengan kendaraan mewah hingga helikopter, disediakan jamuan yang luar biasa. Kata beliau, jika tidak kuat berpegang pada agama, celah seperti itu sudah disusupi setan untuk m…

Selain membedah buku Biografi Said Nursi, Dr. Saifullah juga bertemu dengan kang Abik panggilan akrab dari Habiburrahman El Shirazy yang merupakan penulis buku “Api Tauhid” buku ini berbicara tentang roman dan sejarah. Bagi kang Abik buku ini merupakan menu baru, ini sejarah. Baginya kalau hanya menampilkan sejarah murni akan terasa berat, maka dia meramu sejarah tersebut dengan roman. Namun, para pembaca tetap bisa melihat sejarah dengan gaya roman. Sehingga, untuk mempelajari sejarah menjadi mudah dicerna.

Dalam kesempatan itu keduanya bercengkrama dan berdiskusi, menurut Dr. Saifullah dirinya pengagum Said Nursi yang kemudian menerjemahkan karya murid-muridnya yang sekarang menjadi Biografi dan diterbitkan oleh Nur Semesta dan dibedah oleh UAS di IBF kali ini, sedangkan kang Abik menuangkan kekagumannya pada sosok said nursi dengan menulis roman “Abi Tauhid” dan diterbitkan oleh Republika.

Menurut Dr. Saifullah Buku biografi ini merupakan karya paling lengkap yang ditulis semasa hidup Bediuzzaman Said Nursi (1877-1960 M), paling panjang rentang waktunya, dan paling dekat hubungannya dengan beliau. Selain itu, buku ini merupakan kompilasi yang sarat dengan situasi-situasi edukatif yang tulus dan adegan-adegan emosional yang menyentuh. Ia juga merupakan jendela di mana pembaca dapat melihat berbagai peristiwa yang telah terjadi pada masa transisi kekhalifahan Turki Usmani menjadi Republik Turki yang sekuler dan peran Said Nursi dalam mempertahankan identitas keislaman masyarakat Turki.

Selain itu, menurut Dr. Saifullah buku Biografi Said Nursi ini ditulis oleh sekelompok muridnya yang belajar langsung kepada beliau, selalu mengikuti ketika berdakwah, bahkan turut bersama dalam penjara, pengasingan dan penyiksaan sehingga mengetahui persis keadaan gurunya dari dekat. Oleh karena itu, sangat wajar jika mereka bercerita kepada kita tentang sosok Said Nursi dan Risalah Nur-nya dengan penuturan mereka yang hidup bersamanya, bukan penuturan orang yang mengutip kemudian hasil kutipannya itu ditulis untuk dijadikan sejarah.

Penyusunan buku ini juga berdasarkan karya-karya Said Nursi sendiri, surat-surat pribadi dan beberapa pembelaannya di pengadilan yang dikemas dengan narasi historis, buku ini menyajikan kisah komprehensif dan objektif tentang perjuangan dan pengabdian ulama terkemuka ini, yang tidak kalah menarik, buku ini telah mendapat legitimasi dari Said Nursi sendiri sehingga otentisitasnya tidak diragukan lagi.

Semoga Dr. Saifullah Kamalie, M.Hum bisa terus berkarya beberapa buku terjemahan beliau yang sudah tersebar luas di antaranya adalah; pendidikan ana (Tarbiyatul Aulad; Abdullah nashih ulwan), Jawami’ al-Kalim keindahan retorika hadits Nabi Muhammad SAW (penyunting) dan lain-lain.

STAI Darunnajah Mengunjungi Universitas AL-AZHAR ASY-SYARIF Kairo Mesir

Darunnajah kembali menjalin kerjasama dengan Universitas di Mesir

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., beserta delegasi yang terdiri dari Ust. H. Hendro Risbiyantoro,M.S. (utusan STAI Darunnajah Jakarta), Ust. Ridha Makky, M.Pd. (Wakil Ketua STAI Darunnajah Bogor), Ust. Wahyu Fazri, S.Ag. (Wakil Kepala Biro Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta), serta didampingi oleh Dr. Usman Syihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo dan Cecep Taufiqurrahman, MA, Staf Atdikbud KBRI Cairo, mengadakan silaturrahim dan audiensi dengan Rektor Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Cairo, Mesir, Prof. Muhammad Hussein El Mahrousowy.

Silaturrahim dan Audiensi  berlangsung pada hari Senin, 11 Maret 2019 Pukul 10.30 WIB di Rektorat Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Cairo, Mesir. Rektor Universitas Al-Azhar Asy-Syarif didampingi oleh Prof. Ashraf Atia Aly El-Bedwehi, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Asy-Syarif Urusan Mahasiswi, dan Prof. Tarek Mahrous Salman, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Asy-Syarif bidang Pascasarjana dan Riset.

Para utusan Pondok dan STAI Darunnajah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prof. Al-Mahrousowy atas silaturrahim kali ini, juga atas kesempatan mahasiswa dari Indonesia untuk belajar di Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, khususnya para alumni Pondok Pesantren Darunnajah.

Para utusan Pondok dan STAI Darunnajah mengucapkan apresiasi untuk Universitas dan Masjid Jami Al-Azhar Asy-Syarif atas segala kontribusi dalam menyebarkan ilmu-ilmu agama Islam dengan manhaj yang wasathiyah.

Para utusan juga mengucapkan terima kasih atas 33 tahun kerjasama antara Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Cairo, Mesir dengan Pondok Pesantren Darunnajah dan STAI Darunnajah, termasuk didalamnya pengiriman mab’uts (utusan) Universitas Al-Azhar Asy-Syarif ke Pondok Pesantren Darunnajah, dan saat ini terdapat 160 alumni Pondok Pesantren Darunnajah yang sedang belajar di Universitas Al-Azhar Asy-Syarif di berbagai jurusan dan jenjang. Dengan harapan kerjasama antara kedua belah pihak semakin baik di masa yang akan datang.

Rektor Universitas Al-Azhar Asy-Syarif menyambut baik delegasi Pondok Pesantren Darunnajah dan STAI Darunnajah, serta mengapresiasi para mahasiswa asal Indonesia yang beradab islamiyah serta berakhlaqul karimah, juga berpesan agar mengikuti peraturan dan himbauan Universitas untuk tidak ikut pengajian-pengajian di luar ruwaq-ruwaq Al-Azhar Asy-Syarif.

“Patuhilah Manhaj Azhari, secara aqidah, syariah dan akhlaq, ikutilah talaqqi-talaqqi keilmuan di dalam ruwaq-ruwaq Al-Azhar, dan jangan ikuti ajakan-ajakan pengajian di luar ruwaq-ruwaq Al Azhar, agar menguatkan faham yang benar dari agama Islam yang hanif, dengan ajaran-ajaran yang wasathiyah dan toleran, sehingga setelah lulus kalian menjadi da’i-da’i kebaikan dan perdamaian di seluruh penjuru dunia” pesan Prof. Al-Mahrousowy kepada para mahasiswa-mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar Asy-Syarif.

Universitas Al-Azhar Asy-Syarif senantiasa mengutamakan kerjasama ilmiah dan budaya serta pertukaran pengalaman akademik dengan berbagai institusi pendidikan internasional yang terpercaya, untuk mempromosikan Manhaj Azhar ke seluruh dunia, serta membangun kesadaran beragama yang baik, dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang damai.