Realisasikan MoU dengan Beberapa Lembaga, STAI Darunnajah Kirim Dosen, Mahasiswa, dan Santri ke Mesir

STAI Darunnajah Jakarta mempunyai Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa lembaga di Mesir. MoU yang dijalin di antaranya dengan Universitas Al-Azhar Mesir, Robitoh Alam Islami, Ma’had Muallimil Qur’an, Suez Kanal University, Universitas Annahdah, dan beberapa lembaga lainnya.

Untuk merealisasikan MoU tersebut, STAI Darunnajah Jakarta kirimkan delegasi yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, dan santri. Sebanyak 2 dosen, 2 mahasiswa, dan 40 santri, diberangkatkan dari STAI Darunnajah pada hari Selasa, 25 Februari 2020. Mereka tiba di Mesir sehari setelahnya.

Banyak program yang dilaksanakan dalam pengiriman delegasi STAI Darunnajah ke Mesir. Di antara program-program yang akan dilaksanakan adalah belajar bahasa Arab dengan metode “isma wa takallam”, tahsin bacaan Al-qur’an, kunjungan ke universitas-universitas untuk menjadi mustami’, ziarah ke tempat-tempat bersejarah, dan lain-lain.

Salah satu lembaga yang dijadikan  tempat tinggal adalah Ma’had Muallimil Qur’an. Di situ, para delegasi melakukan aktivitas setiap harinya. Dipimpin langsung oleh  Direktur lembaga Prof. Dr. Dawood, para delegasi belajar banyak hal.

Program ini dilaksanakan selama satu bulan penuh. Harapan dari adanya program tersebut selain untuk merealisasikan MoU, adalah untuk meningkatkan kemapuan bahasa Arab para delegasi, meningkatkan kemampuan membaca Al-qur’an, memperluas pengalaman luar negeri, dan masih banyak yang lain.

Mahasiswa STAI Darunnajah Jakarta Ikuti Seminar Ilmiah Pemuda Tingkat Asia Tenggara

Mahasiswa STAI Darunnajah turut hadir dalam acara seminar yang digelar oleh Universitas Al-Azhar Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 29 Februari 2020. Acara itu bertemakan Pemuda tingkat Asia Tenggara dengan judul yang diambil “Peran Pemuda dalam Memelihara Perdamaian dan Toleransi Serta Menolak Terorisme”. Acara tersebut digelar di hotel Sultan Indonesia.

Ada 3 keynote speaker dalam acara seminar kali ini. Yang pertama adalah Dr. Muhammad Abdil Karim Al- Issa Sekjend Rabitah Alam Islami, Dr. Anies Rasyid Baswedan Gubernur DKI Jakarta, dan Dr. Muhajir Effendy  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

Ada poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut. Dikatakan, dalam pemikiran Rabithah Alam Islami, Islam tidak mengenal ekstrimisme. Islam itu moderat. Pemikiran-pemikiran Islam membawa rahmatan lil alamin.

 “Tidak mungkin ada misi ekstrem di dalam Islam. Tidak mungkin juga Islam membawa radikalisme yang destruktif. Memang ada beberapa oknum muslim yang berbuat radikal  karena mereka tidak paham esensi nilai Islam dalam pembentukan karakter anak muda. Yaitu anak muda yang semangat menegakkan perdamaian, toleransi, dan antiradikalisme.” Kata Sekjend Rabitah Alam Islami.

(HR 2/3/2020)

Ketua STAI Darunnajah Jakarta Hadiri Seminar Nasional Kebangsaan di Gedung MPR RI

Ketua STAI Darunnajah menghadiri seminar Nasional Kebangsaan kerjasama MPR RI dengan Liga Muslim Dunia dengan tema “Beragama yang harmonis dan konstruktif yang menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara” bertempat di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR RI, Jakarta. Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo S.E M.B.A mengatakan bahwa tujuan diadakannya seminar kebangsaan tersebut sebagai usaha untuk menghimpun ide-ide untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersatu, harmonis, dan konstruktif, serta sebagai kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia.

Acara seminar kebangsaan diawali dengan keynote speech oleh Sekretaris Jendral Liga Muslim Dunia Syeikh Doktor HC Dr Muhammad bin Abdul Karim al-Issa. Beliau menjelaskan bahwa perbedaan dan keanekaragaman seharusnya bukanlah hal yang dapat memicu konflik dan perpecahan, namun menjadi kekayaan suatu bangsa dan jembatan untuk saling menghargai dan saling melengkapi. Ada beberapa hal yang dapat memicu konflik dan benturan peradaban, khususnya yang berkaitan dengan agama; diantaranya karena kurang adanya pendidikan, baik di lembaga maupun keluarga yang mengajarkan inklusif dan pemahaman bahwa Allah menciptakan manusia yang berbeda-beda untuk saling menghargai perbedaan tersebut (al-Hujurat ayat 13).

Kedua, kurangnya mengenal orang yang berbeda sehingga ketika perbedaan itu tidak diolah dan dipahami dapat menjadi negatif, contohnya rasa takut dan fikiran buruk terhadap orang yang berbeda yang kemudian akan menjadi penghalang dalam bekerjasama. Hal yang lain adalah adanya orang atau kelompok yang meyakini paling benar juga dapat mencetus konflik. Karena itulah kita sebagai bagian dari dunia harus berusaha dimulai dari diri sendiri, keluarga, atau kelompok untuk memastikan generasi kita mendapatkan pendidikan yang saling menghargai perbedaan, menguatkan nilai-nilai kebersamaan dalam bernegara maupun dunia, memastikan tidak adanya benturan atau kebencian antara mayoritas-minoritas, mencegah provokasi, serta menjalin dialog yang terbuka dan positif. Seminar dilengkapi dengan dialog terbuka antara enam pemuka agama.

HR.28/2

 

Pengelola STAI Darunnajah Ikuti Pelatihan Sistem Informasi Akademik Terbaru di Surabaya

STAI Darunnajah mengirim tim operator untuk mempelajari sistem informasi akademik terbaru ke kantor Sentra Vidya Utama (Sevima) Surabaya. Hal tersebut dilakukan guna mendukung manajemen kampus serta pengelolaan akademik yang baik dan terintegrasi dengan PD-DIKTI. Pengelola yang dikirim ke Surabaya adalah Sdr. M. Masruin Massad, S.Kom, Sdr. Agus Marsono, S.Pd (Bagian Pusat Pengolah Data atau Puslahta), Sdr. Idham, M.Pd (Kepala Akademik), dan Sdr. Bustaman Aluei, S.H (Bagian Perpustakaan dan Publikasi).

Sentra Vidya Utama (Sevima) merupakan perusahaan konsultan dan pengembang teknologi informasi yang didirikan pada tahun 2004. SEVIMA telah berpengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengimplementasikan sistem informasi di perguruan tinggi.

Para pengelola yang dikirim ke Sevima mengikuti pelatihan selama 3 hari yaitu 25-27 Februari 2020. Dalam pelatihan, mereka dilatih untuk mengelola perkuliahan dengan baik dan mudah. Di awal, mereka sharing dengan pengurus Sevima tentang permasalahan sistem akademik di kampus. Setelah itu baru menjurus kepada hal-hal teknik yang penting dan memang dibutuhkan dalam penyelenggaraan sistem informasi di perguruan tinggi seperti input dan mengolah data mahasiswa, nilai mahasiswa, keuangan, data dosen, dan lain-lain. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pengelola mampu menyerap ilmu dari pelatih dan mampu mengimplementasikan sistem informasi Sevima di perguruan tinggi dengan baik.

(HR 28/2)