Menteri Agama Akan Buka Acara LDH di STAI Darunnajah

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Jakarta bekerjasama dengan Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) akan menggelar Lomba Dakwah Haji (LDH) dan Lomba Cerdas Tangkas Haji dan Umrah. Lomba akan dilaksanakan Sabtu (07/03) di Komplek Pondok Pesantren Darunajah. Tema dari acara ini adalah “Memperkokoh Ditjen PHU Kementerian Agama dan Pondok Pesantren dalam Rangka Dakwah Haji Sepanjang Masa.

Lomba Dakwah Haji (LDH) dan Lomba Cerdas Tangkas Haji dan Umrah akan dibuka oleh Menteri Agama Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi. Sedianya, acara ini akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin. Namun karena banyaknya agenda, beliau mendisposisikan untuk membuka acara ini kepada Menag. Disampaikan oleh setwapres langsung ibu Sinto Weni kepada panpel bahwa Menag siap hadiri pembukaan LDH di STAI Darunnajah. “Assalamualaikum Pak Hendro, info dari Protokol Menteri Agama, Pak Menag dijadwalkan hadir di acara LDH LCTH. Alhamdulillah”. Tulisnya via whatsapp.

Sebagai respon dari jadwal kedatangan Menag di acara LDH, Pimpinan pesantren KH.DR. Sofwan Manaf memberikan arahan kepada panitia. Beliau menyatakan bahwa pesantren dan STAI Darunnajah siap menyambut kedatangan pak Menteri. Bahkan beliau menginginkan pembukaan acara agar lebih meriah dari yang direncanakan sebelumnya oleh panitia dengan mengubah tempat pembukaan di Aula 4 windu ke Gelanggang Olahraga pesantren yang memuat lebih dari 2.000 orang.

Acara pembukaan sendiri akan diikuti oleh mahasiswa, dosen, asatidz pesantren, para santri, dan para tamu undangan termasuk peserta lomba. Dengan demikian, target dari LDH akan sampai kepada seluruh masyarakat Indonesaia dari Sabang sampai Merauke karena mahasiswa dan santri Darunnajah berasal dari seluruh wilayah Indonesia, bahkan luar negeri.

STAI Darunnajah Gelar Seminar Internasional “Pemuda dan Permasalahan Kontemporer”

Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah bekerjasama dengan delegasi Universitas Al-Azhar Mesir akan menggelar Seminar Internasional dengan judul “Pemuda dan Permasalahan Kontemporer”. Acara akan berlangsung pada hari Kamis 5 Maret 2020 di Gelanggang Olahraga pesantren Darunnajah jam 9 pagi.

Ada 5 pembicara yang dijadwalkan akan mengisi acara tersebut. Yang pertama adalah Dr. Sofwan Manaf, M. Si, Pimpinan pondok pesantren Darunnajah sekaligus salah satu dosen senior di STAI Darunnajah Jakarta.  Adapun pembicara yang lain adalah utusan dari Universitas Al-Azhar Kairo, mereka adalah Syaikh Dr. Ahmad Al-Misri, Syaikh Dr. Syauqi El-Attar, Dr. Syaikh Ali Ibrahim, dan yang terakhir adalah Syaikh Dr. Muhammad Husaini.

Acara ini akan dihadiri langsung oleh Duta Besar Mesir untuk Indonesia dan beberapa petinggi di kedutaan Mesir. Pihaknya akan mengusahakan untuk selalu menggalang kerjasama dengan yayasan Darunnajah, baik melalui pesantrennya maupun di perguruan tingginya.

Acara seminar Internasional ini digelar untuk umum. Semua kalangan diperbolehkan untuk hadir. Dari yang sudah terdaftar, para peserta berasal dari Mahasiswa STAI Darunnajah, santri, dan guru pondok pesantren Darunnajah.

RH. 02/3

Mahasiswa STAI Darunnajah Jakarta Ikuti Seminar Ilmiah Pemuda Tingkat Asia Tenggara

Mahasiswa STAI Darunnajah turut hadir dalam acara seminar yang digelar oleh Universitas Al-Azhar Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 29 Februari 2020. Acara itu bertemakan Pemuda tingkat Asia Tenggara dengan judul yang diambil “Peran Pemuda dalam Memelihara Perdamaian dan Toleransi Serta Menolak Terorisme”. Acara tersebut digelar di hotel Sultan Indonesia.

Ada 3 keynote speaker dalam acara seminar kali ini. Yang pertama adalah Dr. Muhammad Abdil Karim Al- Issa Sekjend Rabitah Alam Islami, Dr. Anies Rasyid Baswedan Gubernur DKI Jakarta, dan Dr. Muhajir Effendy  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

Ada poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut. Dikatakan, dalam pemikiran Rabithah Alam Islami, Islam tidak mengenal ekstrimisme. Islam itu moderat. Pemikiran-pemikiran Islam membawa rahmatan lil alamin.

 “Tidak mungkin ada misi ekstrem di dalam Islam. Tidak mungkin juga Islam membawa radikalisme yang destruktif. Memang ada beberapa oknum muslim yang berbuat radikal  karena mereka tidak paham esensi nilai Islam dalam pembentukan karakter anak muda. Yaitu anak muda yang semangat menegakkan perdamaian, toleransi, dan antiradikalisme.” Kata Sekjend Rabitah Alam Islami.

(HR 2/3/2020)

Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020

Dua dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) Jakarta, atas nama Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo, MA pengampu materi fiqh kontemporer pada prodi hukum keluarga Islam (HKI) dan Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag, pengampu materi ilmu kalam pada prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), menghadiri undangan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat (DP MUI Pusat) dalam kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020 (KUII VII 2020) pada Rabu-Sabtu, 26-29 Februari 2020 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo, MA merupakan wanita pertama dari Indonesia yang mendapatkan gelar doktor dengan predikat cumlaude, pada konsentrasi Fikih Perbandingan Mazhab dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Beliau merupakan anggota Komisi Fatwa MUI, selain itu beliau juga penggerak sejumlah LSM wanita yang mengantarkannya mendapat penghargaan sebagai tokoh peningkatan peranan wanita.

Beliau merupakan dosen senior di sekolah tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta dan telah bergabung di sekolah tinggi ini dari tahun 1986, yang asalnya bernama sekolah tinggi ilmu syariah Darunnajah (STISDA).

Sedang Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag adalah wakil ketua satu bidang akademik yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya di University Saint Islam Malaysia (USIM).

Dalam Kongres Umat Islam Indonesia KUII VII 2020 yang bertujuan mewujudkan kualitas umat terbaik (khaira ummah) dalam lima gatra, yaitu aspek politik, ekonomi, hukum, pendidikan-kebudayaan, dan kehidupan beragama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dunia sebagai manifestasi dari Islam Wasathiyah dan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamiin).

Keduanya berdiskusi dan bertukar pikiran terutama bagaimana cara agar tujuan KUII VII 2020 ini bisa dicapai dalam cakupan yang makro, yaitu dalam ranah kehidupan kampus sekolah tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta.

Abi Ghassan,
27 Februari 2020