Beruntunglah orang yang Musta’mal

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menggunakannya.” Lalu ditanyakanlah pada beliau, “Bagaimanakah Allah menggunakannya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Dia akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dijemput kematian.” Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih.

Beruntunglah mereka yg “digunakan” oleh Allah SWT dalam kebaikan.

Ista’malahu artinya digunakan-nya, dhomir “hu” juga sbg “maf’ul”. Tentu menggembirakan jika kita “dipakai” dalam kebaikan oleh Allah SWT.

Kebaikan2 dalam kehidupan ini selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Berjuang itu akan selalu diiringi dgn ujian.

Ujian seorang pejuang lebih berat daripada ujian yg bukan pejuang. Pahalanya pejuang tentu lebih besar daripada yg tidak berjuang.

Capek, lelah, bosan, sakit, lapar, dll adalah paket perjuangan.

Semakin bertambah umur semakin besar ujian, semakin berat tanggungjawab dan semakin meningkat kualitas hidup, jangan dibalik karena nanti akibatnya hidup kita tidak berkualitas. Jalani saja dan ikuti petunjuk Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.